jump to navigation

model manusia February 1, 2009

Posted by mbintanghp in insight.
Tags: , ,
trackback

ehm!!,,

lagi pengen ngebahas tentang model nih,, bukan model peragaan busana, bukan model patung, bukan model sembarang model,,yang kita bahas adalah : model-model, kesenian khas dari betawi (ancurrrrrr!),,

krik krik krikk..

/skip/

hmmm, masih lumayan inget apa yang pernah dibilangin ama dosen mata kuliah sistem kendali saya, pak iyas munawar,,waktu itu lagi ngebahas tentang ‘model’, tepatnya tentang ‘memodelkan sistem’,,euh, detailnya ga terlalu inget, tapi yang jelas tu intinya bahwa memodelkan sebuah sistem berarti merepresentasikan sebuah sistem dengan sesuatu yang lebih sederhana agar lebih mudah dalam menganalisa serta melakukan rekayasa/pengolahan pada sistem tersebut,,

~yah, deket-deket itu deh =p

hohoho, sayang aja, hal ini baru disampein di akhir-akhir kuliah,, padahal menurut saya lumayan penting tuh,,
tapi,saya masih jauh lebih inget lagi apa yang pa pekik, dosen mata kuliah rangkaian elektrik saya,, kira-kira seperti ini :

.

menurut kalian apa pentingnya memodelkan rangkaian? karena dengan begini kalian bisa memanipulasi rangkaian tersebut,, misal, kalian ingin agar arus yang mengalir di suatu cabang bertambah sebesar X, maka kalian tahu harus menambah tegangan di titik Y sebesar Z,,

nah, kalo begitu menurut kalian, apa yang terjadi seandainya kalian dapat memodelkan dunia ini? mungkin kalian dapat memperhitungkan bahwa untuk membuat nilai dollar naik sekian persen, maka kalian dapat memicunya dengan menuklir sebuah kota di satu belahan dunia?

.

sebuah penjelasan yang radikal, tapi harus diakui, memang masuk akal,, itulah yang namanya model
.
.
.
.
nah, berkat kedua penjelasan di atas, jadi kepikiran sesuatu nih,,

sadar atau tanpa sadar, dalam interaksi sehari-hari, kita mengidentifikasi orang-orang dan hal-hal di sekeliling kita dengan ‘memodelkannya’,,

misal, punya temen yang kalian anggep gampang marah? tentunya, supaya dia ngga marah, kita berusaha sebisa mungkin supaya ngga mnyinggung dia,,
misal lagi, pengen ngebuat anak-anak sekelas jantungan? bilang aja mau ada ujian mendadak,,

yup, gimana? supaya dia tidak begini maka kita jangan begitu, sebaliknya, supaya dia begini maka kita harus begono,,

>>lewat interaksi-interaksi dengan mereka, kita punya gambaran seperti apa karakter orang-orang di sekitar kita

kenapa saya bilang ‘memodelkan’? hmmmm karena, gambaran yang kita punya itu saya yakin gakan pernah bisa bener-bener 100 persen sama dengan yang sebenernya,, kalo temen deket?? haha, emangnya bisa tau persis apa aja yang ada di dalem kepala dia ? :D

~bisa diterima? kl iya sok lanjutin bacanya,, hehehe
.
.
.

nah,apa permasalahannya? seperti kasus yang pernah saya alami waktu praktikum pemodelan, waktu itu ngelakuin percobaan memodelkan sebuah mesin listrik,, ternyata model hasil pengukuran kelompok saya waktu itu tu salah, makanya waktu dikasih satu input, outputnya ga sesuai dengan yang diharapkan,,

yup,, ga jarang, kita salah dalam memodelkan seseorang,, ga jarang juga, kita terlalu simpel dalam memodelkan seseorang,, contoh, menganggap seseorang itu galak gara-gara mukanya (keliatan) garang, padahal sebenernya sama sekali ngga galak? menganggap seseorang kurang diandalkan hanya karena dia pendiam?

well emg kek gitu,, orang kadang suka menganggap hal-hal kecil tertentu mewakili seseorang secara keseluruhan ~pars pro toto~,, jadi y emg bener, kita harus hati-hati dalam bertindak,, salah ngasih first impression dikit aja, bisa ngebuat seseorang menilai kamu seterusnya salah,,

yap,, kita HARUS lebih hati-hati dalam memodelkan menilai orang-orang di sekitar kita.

Comments»

1. ilma mail ilma mail - February 2, 2009

mending mana hayo..
menilai orang dengan pars pro toto -nilai dari apa yg kita liat-
atau
totem pro parte – semua orang disamain ajah-
hahaha..=D

2. joice - February 2, 2009

Mmmm…
kalo begitu saya bisa memoelkan kamu sebagai manusia yang jahilnya minta ampun.
wkwkwkwkwk

3. laras - February 2, 2009

@mail
aku baca post ini seperti sedang mengikuti kuliah pa ali.
PEMODELAN SISTEM

huaks,,, ampun

4. Ardianto - February 4, 2009

Setidaknya memodelkan manusia tampak lebih mudah dibanding memodelkan medan elektromagnetik secara matematis <_<

5. saskhyaauliaprima - February 12, 2009

hello, cuma lewat saja dan merasa tulisan ini menarik haha..halus sekali ya kalau judgement jatohnya dibahasakan menjadi memodelkan..hoho


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: