jump to navigation

bagiku sudut pandangku, bagimu pendapatmu… January 22, 2009

Posted by mbintanghp in insight.
Tags: , , ,
trackback

ehm!!,,

sudut pandang? beda pendapat?

hmmm,, masih inget apa yang pernah saya dapet dulu, tentang sudut pandang ama beda pendapat,, jadi gini :

misal ada sebuah benda, sebut saja benda X,, benda X ini sedang dilihat oleh si A dan si B, dari dua posisi yang berbeda,, apa yang dilihat oleh A berbeda dengan apa yang dilihat oleh B, yang tergambarkan masing-masing tentunya berbeda,, mungkin si A dapat melihat lebih jelas daripada si B yang hanya dapat melihat setengah bagian dari benda X,, tetapi bisa saja si B lebih dapat mengenali dan mengerti secara keseluruhan benda X ini, karena si B pernah melihat benda X ini sedangkan si A baru pertama kali melihat benda X,, ato mungkin juga, B belum pernah melihat benda X tapi dia punya kemampuan penglihatan yang jauh lebih baik daripada A,, hanya dengan melihat sebagian saja, si B sudah bisa mengenali benda X lebih baik daripada si A,,

dan yang dilihat oleh setiap orang PASTI ada bedanya, walaupun mereka mengakui bahwa mereka melihat dari tempat yang sama,, kenapa? karena mata setiap orang PASTI berbeda!

nih ada cerita yang lumayan mengilhami,,saya kutip dari blognya temen nih..

~semoga masih cukup nyambung =p
.

.

Kisah Sepotong Kue

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam seelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sepotong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka.

Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri kue menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.

Wanita itupun sempat berpikir : “Kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia!!”. Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaku juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar malah tidak kelihatan berterima kasih”. Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan.

Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada “Si Pencuri tidak tahu terima kasih”. Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget.

Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya!

Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tidak tahu terima kasih. Dan dialah pencuri kue itu.

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri, serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

…..Orang lainlah yang selalu salah

…..Orang lainlah yang patut disingkirkan

…..Orang lainlah yang tak tahu diri

…..Orang lainlah yang berdosa

…..Orang lainlah yang selalu bikin masalah

…..Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran

Padahal..

…..Kita sendiri yang mencuri kue tadi

…..Kita sendiri yang tidak tahu terima kasih

Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian, atau gagasan orang lain.
Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

~just dont ya ever think that ya always right..

Comments»

1. joice - January 22, 2009

pernah denger cerita ini…

2. Fanny - January 22, 2009

hahaha
pasti malu kalo jadi ceweknya
hahahahaha
lucu, tang!

3. tejo - January 25, 2009

ya ya ya, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau..

eniwei pesan moral dari cerita ini sebenarnya adalah berhati-hatilah jika Anda mengemil kue, siapa tau itu bukan milik Anda. Lebih baik Anda mengemil cireng, atau gehu yang pastinya tidak ada yang menjual di bandara sana, hahaha

4. med - January 27, 2009

ya iyalaaaaaaaaaaaah… wew… =) udagh dari dulu kalee…hehhe kekke
kdink key lam kenal aj dagh…. peace ,^

5. bintang - January 31, 2009

@ fanny : mualu buangget

@ tejo : nanti saya buka franchise cimol di bandara se-Indonesia

@ med : udah dari dulu? salam kenal juga


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: